hasil liga brazil b

2024-10-08 20:38:54  Source:hasil liga brazil b   

hasil liga brazil b,toko pakaian olahraga terdekat,hasil liga brazil b

JPNN.com » Internasional » Eropa » Sebaiknya Warga Cukup Tunggu di Rumah, Nanti Pemerintah Kirim Alat Tes Covid-19

Sebaiknya Warga Cukup Tunggu di Rumah, Nanti Pemerintah Kirim Alat Tes Covid-19

Senin, 27 April 2020 – 17:33 WIB Sebaiknya Warga Cukup Tunggu di Rumah, Nanti Pemerintah Kirim Alat Tes Covid-19Facebook JPNN.comTwitter JPNN.comPinterest JPNN.comLinkedIn JPNN.comWhatsapp JPNN.comTelegram JPNN.comDrone yang mengantarkan alat tes covid-19. Foto: Daily Mail

jpnn.com, SWEDIA - Demi memutus penyebaran virus Corona, para peneliti dari Universitas Longkoping Swedia menyarankan agar pemerintah setempat menggunakan drone untuk mengirimkan alat tes Covid-19 ke rumah masing-masing peserta tes.

Menurutnya, cara itu memudahkan pihak berwenang untuk menentukan siapa saja yang perlu dikarantina.

Selain itu, penerepan itu juga bisa memaksimalkan program physical distancingkarena masyarakat tidak perlu mengunjungi fasilitas pangujian yang kemungkinan menimbulkan keramaian, dan berpotensi menyebarkan virus corona.

Baca Juga:
  • Update Corona 27 April: Ada Tren Penurunan Jumlah Kasus Positif

Tak hanya berpendapat, para peneliti dari Swedia itu juga membuat konsep dampak pengiriman alat tes virus corona di sebuah kota yang warganya positif terjangkiti Covid-19.

Para peneliti menyarankan agar pemerintah menyiapkan 36 drone yang masing-masing 100 alat tes untuk dibagikan kepada semua orang di kota itu yang mempunyai populasi 100.000 penduduk secara berulang setiap empat hari sekali.

"Jika setiap individu melakukan tes dalam 30 hari, maka ini akan meratakan kurva cukup signifikan," kata para peneliti itu seperti dilansir Daily Mail, Senin (27/4).

Baca Juga:
  • 50 Ribu PCR Kit Tiba di Jateng, Ganjar Minta Warga tak Perlu Waswas Lagi

Dia menambahkan, penggunaan drone untuk mengirimkan alat tes virus itu akan proaktif mengurangi penyebaran virus asal Tiongkok itu.

"Pengujian massal mungkin terhambat secara serius oleh ketakutan masyarakat untuk mengunjungi fasilitas pengujian karena potensi konsentrasi infeksi yang tinggi di sana," ungkap seorang peneliti dari Universitas Linköping Swedia, Leonid Sedov.

Read more